Minggu, 16 Februari 2014

VALENTINE’S DAY : RITUAL MESUM NASRANI HARAM BAGI UMAT ISLAM



Dari runutan sejarahnya, Valentine’s Day berasal dari upacara ritual agama Romawi kuno. Adalah Paus Gelasius I yang memasukkan upacara ritual Romawi Kuno ke dalam agama Nasrani pada tahun 496 M. sejak itu umat Nasrani memiliki hari raya baru yang bernama Valentine’s Day. Agar lebih mendekatkan lagi kepada ajaran Kristen, pada tahun 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi hari perayaan gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati St. Valentine yang kebetulan mati pada 14 Februari (The World Encyclopedia 1998). Demikian The Encyclopedia Britania, vol.12 mencatat.
Dari data ini, jelaslah bahwa perayaan hari Valentine merupakan ritual Nasrani yang sumber utamanya berasal dari ritual Romawi Kuno. Sementara itu, Islam menegaskan bahwa bagi seorang muslim diharamkan ikut merayakan hari pemeluk agama lain, baik agama Nasrani maupun agama paganis (penyembah berhala) dari Romawi Kuno. Alloh SWT berfirman yang artinya :
Katakanlah, “Hai orang-orang kafir. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku Aku sembah. Dan Aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang Aku sembah. Untukmu agamamu dan untukkulah agamaku.” (QS. Al – Kafirun : 1-6)
Natal dan Valentine pada intinya sama, yakni ritual agama milik umat Kristiani. Kaum muslimin harus menjauhinya lantaran keduanya berpotensi menjerumuskan diri ke dalam kekufuran. Hal ini bukan semata-mata persoalan budaya, melainkan terkait dengan masalah aqidah yang sensitif. Kita tentu maklum bahwa bagi umat Islam diharamkan merayakan ritual agama dan hari besar agama lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar